Diklat Sekaligus Pelantikan Insan Cendekia Red Cross

Kesehatan merupakan bagian terpenting dalam hidup manusia. Pendidikan kesehatan bisa didapatkan melalui banyak cara, salah satunya adalah lewat organisasi Palang Merah Remaja. Organisasi satu ini sudah populer di kalangan siswa baik SMP maupun SMA. Di Insan Cendekia Pasuruan pun telah didirikan organisasi PMR yang bernama IRC ataua Insan Cendekia Red Cross

Menjadi pioner bidang kesehatan di Insan Cendekia Pasuruan, Insan Cendekia Red Cross, menghadirkan diklat kesehatan bertajuk DISTABA (Disiplin Setia Anggota Baru). Dilaksanakan pada tanggal 28 – 29 Februari 2020, diklat ini diikuti oleh seluruh anggota IRC tanpa terkecuali. Berlokasikan di halaman MAN Insan Cendekia Pasuruan yang dilanjutkan dengan outbond di lapangan Brigade Infantri Marinir TNI AL Sidoarjo. Acara pembukaan yang berlangsung pada Jumat pagi waktu itu terkesan khidmad, walaupun hanya diadakan secara sederhana di lapangan MAN Insan Cendekia Pasuruan.

Acara kemudian dilanjutan di lapangan Brigade Infantri Marinir TNI AL Sidoarjo. Peserta digiring menuju ke lapangan dengan berjalan kaki. Di bawah teriknya matahari, mereka tetap semangat untuk menyelesaikan misi di setiap pos yang dilalui. Ditengah keseruan game yang dilaksanakan di lapangan, pengetahuan peserta mengenai obat-obatan pun diuji. Menebak nama obat menjadi antusiasme tersendiri bagi peserta. Disambung dengan talk show yang juga diikuti dengan penuh semangat. Tidak berhenti sampai disitu, malam hari tanggal 28 hingga dini hari tanggal 29, diadakan simulasi bencana dimana mereka diharapkan mampu mengevakuasi seluruh korban yang ada. Simulasi ini dilaksanakn di gedung pendidikan MAN Insan Cendekia Pasuruan. Korban-korban yang ada merupakan rekan-rekan kelas X mapun kelas XI yang bukan anggota IRC. Disisini terlihat sekali suasana kekerabatan di MAN IC Pasurun, tak pandang bulu untuk menyukseskan acara antar organisasi. Korban yang didandani bak berlumuran darah disebar diseluruh penjuru sekolah. Ada yang berteriak-teriak minta tolong hingga yang beracting kehilangan istrinya.

Acara pun ditutup keesokan harinya dengan membereskan tenda-tenda pengungsian hingga membersihkan tempat simulasi. Acara kali ini diharapkan sebagai semangat baru untuk memajukan kesehatan di Insan Cendekia Pasuruan. (Putan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*