MENENGOK KEHIDUPAN PECINTA-PECINTA AL QUR’AN DI ASRAMA IC

Muroja'ah

Salah satu rutinitas yang bisa didapati di asrama IC adalah bacaan ayat-ayat Al Qur’an beberapa menit menjelang Adzan Maghrib. Bacaan Al Qur’an melalui mikrofon oleh para penghafal Al Qur’an ini terdengar ke semua sudut asrama. Pada saat itulah semua aktifitas terhenti dengan sendirinya. Semua penghuni asrama mempersiapkan diri menyambut maghrib. Yang bertugas membaca Al Qur’an adalah siswa-siswi yang mengikuti ekstrakurikuler Tahfidzul Qur’an. Tugas ini sekaligus menjadi muroja’ah bagi mereka.

Ekstra Tahfidzul Qur’an ini diikuti oleh 8 siswa putri dan 5 siswa putra. Ada yang melanjutkan hafalannya sebelumnya ketika mereka masih MTs/SMP, adapula yang benar-benar baru. Sebagai Muroji’ Tahfidzul Qur’an ini adalah Ustadz Bustomi Basyaiban untuk yang putra, dan Ustadzah Hafidzoh untuk yang putri. Namun demikian sebelum para hufadz itu melakukan setoran kepada Muroji’ setiap satu minggu sekali, pada kesempatan sewaktu-waktu mereka bisa istima’an kepada Mu’allim, dalam hal ini adalah Pembina Asramanya, yaitu Ustadz Misbahul Ma’arif.

 

5 siswa penghafal Al Qur’an bersama Pembina Asrama

Di samping ekstrakurikuler Tahfidzul Qur’an yang hanya diikuti oleh beberapa siswa saja, kewajiban menghafal Al Qur’an ini juga dibebankan kepada seluruh siswa yang harus menghafal 2 Juz Al Qur’an sampai lulus nanti. Namun tentu saja kemampuan siswa untuk membaca maupun menghafal ayat-ayat tidaklah sama, ada yang sudah benar adapula yang memerlukan banyak bimbingan. Bagi yang memerlukan banyak bimbingan ini difasilitasi dengan adanya klinik Al Qur’an yang ditangani langsung oleh pembina asrama.

 

5 dari 8 siswi penghafal Al Qur’an

Kegiatan menghafal Al Qur’an ini sangat disyukuri oleh beberapa orang tua yang putra putrinya sudah menghafal Al Qur’an sebelumnya. Salah satu orang tua yang mengungkapkan rasa syukurnya adalah Bahrul Ulum, walimurid dari Zahra Zanetta Zahwa yang sebelumnya sudah menghafalkan 6 juz Al Qur’an. “Saya bersyukur sekali asrama ini mempunyai pembina yang hafal Al Qur’an, semoga dengan bimbingan beliau putri saya cepat menambah hafalannya” ungkap walimurid tersebut. Selain yang tersebut di atas, karakter mencintai Al Qur’an ini juga dibangun melalui Tahsinul Qur’an yang dibina oleh Ustadz Khoiruddin. Sebuah kegiatan membaca Al Qur’an dengan lagu yang indah.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*