Pasuruan. Salah satu Impian besar MAN Insan Cendekia Pasuruan tentang peraihan Medali Olimpiade Sains tingkat Internasional terwujud di tahun ini. Sebagai madrasah unggulan berbasis sains yang baru berjalan lima tahun (berdiri pada tahun 2028) salah satu mimpi besarnya adalah bisa menyamakan prestasi dengan MAN IC-MAN IC sebelumnya yang salah satunya adalah menjadi medalis olimpiade sains tingkat internasional.

Hal ini juga ditegaskan oleh kepala madrasah Syamsul Maárif. “Alhamdulillah sesuai impian bersama bahwa tahun kelima MAN IC Pasuruan harus ada yang berprestasi di tingkat internasional pada event olympiade resmi yg prosesnya memakan waktu yang tidak singkat dari setiap tahapan mulai dari OSN Kab, OSP, OSN, lanjut Pelatnas Tahap 1, seleksi berikutnya pelatnas tahap 2 dan pelatnas terakhir tahap 3 sekaligus maju sebagai delegasi Indonesia pada International Earth Science Olympiad 2023. Selamat atas persembahan Bronze Medalnya untuk Tim Indonesia. Terimakasih kepada ananda Saifurrohman Robbani dan Guru pembimbing Study Club Bidang Kebumian. Semoga menjadi inspirasi ke angkatan2 selanjutnya “ ungkapnya penuh rasa syukur karena teringat semua proses panjang yang telah dilalui hingga sampai pada titik pengumuman kemenangan.

Bronze Medal, medali IESO (International Earth Science Olympiad) pertama yang dipersembahkan oleh Saifurrohman Ar Robbani, siswa MAN IC Pasuruan yang ketika event IESO ini berlangsung statusnya baru saja menjadi mahasiswa ITB pada Fakultas Ilmu dan Teknik Kebumian.

Selama sekolah Saif (panggilan akrabnya) duduk di kelas MIPA, namun ketertarikannya pada bidang Kebumian digelutinya dengan serius mulai awal kelas X tahun 2020 dibawah bimbingan guru Geografi, Kurniawan Arif. Alhasil sampailah pada Medali Perunggu IESO 2023 yang berlangsung 20-26 Agustus 2023.

Saif yang berinisial peserta dengan Kode ID 03 pada event IESO ini sebenarnya ada beberapa penghargaan yang diterima oleh Saif dalam bermacam kategori yaitu Bronze Medal untuk kategori Data Mining Test. Special Mention untuk kategori Art In Earth Science. Bronze Medal untuk kategori National Team Field Investigation. Excellent untuk kategori Outstanding use of graphic design to engage the viewer with an important issue. Dan Bronze pada Pledge.

IESO diikuti oleh 167 peserta dari 29 Negara di dunia. Saif mewakili Indonesia bersama 7 teman lainnya dari MAN 2 Kota Malang, SMA Kristen Petra 2 Surabaya, SMA Kristen Immanuel Pontianak, SMA Darma Yudha Pekanbaru, SMA Al kautsar Bandar lampung, SMAN 1 Glagah Banyuwangi dan SMA Kesatuan Bangsa Yogjakarta.
Sebuah kebahagiaan dan kebanggaan bersama atas kemenangan Saif ini. Ucapan selamat dan sukses datang dari berbagai pihak. Untuk Saif sendiri ia berharap bisa mendapatkan beasiswa untuk kuliahnya. Ia juga berharap adek kelasnya bisa mengikuti jejaknya bahkan bisa lebih dari bronze medal.

Lebih jauh Saif berbagi pengalaman, “IESO 2023 ini berbeda Dengan IESO sebelum-sebelumnya, selain dilakukan secara daring, soalnya pun lebih menantang. IESO 2023 terdiri dari beberapa sub lomba diantaranya, Data Mining Test, National Team Field Investigation, Earth Science Project, IESO Pledge, dan Art in Earth Science yang dimana semua sub-lomba tersebut memiliki tantangannya tersendiri. Menurut saya DMT merupakan sub-lomba yang paling susah yang mengharuskan peserta mengalasis data time series dan menginterpretasikannya” terangnya. Humas

Leave a Comment