
Setelah empat bulan berbagi ilmu dengan para murid, mahasiswa Asistensi Mengajar UIN Malang resmi dilepas oleh MAN IC Pasuruan dengan bekal pengalaman mengajar nyata untuk menghadapi tantangan dunia pendidikan.
MAN Insan Cendekia Pasuruan secara resmi melepas para mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang pada Selasa, 12 Mei 2026. Acara penarikan yang berlangsung di lingkungan madrasah ini menandai berakhirnya program praktik mengajar yang telah berjalan efektif sejak 18 Januari 2026 lalu.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala MAN Insan Cendekia Pasuruan, Bapak Nasrudin, bersama jajaran Guru Pamong. Hadir pula Dosen Pembimbing Lapangan, Prof. Abdul Aziz, yang mendampingi para mahasiswa dalam seremoni penutupan tersebut. Program ini dilaksanakan untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam dunia pendidikan, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan sebagai pendidik profesional di masa depan melalui praktik langsung di lapangan.
Dalam sambutannya, Prof. Abdul Aziz menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada pihak MAN Insan Cendekia Pasuruan atas dukungan penuh selama empat bulan pelaksanaan program. Beliau menekankan bahwa pengalaman mengajar di lapangan memiliki dinamika yang sangat berbeda dengan teori perkuliahan, sehingga hal ini menjadi bekal yang sangat berharga bagi perkembangan kompetensi mahasiswa.
Senada dengan hal tersebut, Bapak Nasrudin selaku Kepala Madrasah memberikan pesan penting mengenai kesiapan guru dalam menghadapi perkembangan zaman. Beliau menggarisbawahi bahwa aspek komunikasi, baik dengan sesama rekan guru maupun dengan para murid, menjadi kunci utama dalam keberhasilan pendidikan saat ini. Bapak Nasrudin juga mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan program dengan baik serta menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan selama proses bimbingan berlangsung.
Acara penarikan mahasiswa Asistensi Mengajar UIN Malang di MAN IC Pasuruan ini berjalan dengan lancar dan penuh suasana kekeluargaan. Sebagai simbol berakhirnya masa tugas, kedua lembaga melakukan pertukaran cinderamata dan menutup kegiatan dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi atas kolaborasi pendidikan yang telah terjalin.