
PASURUAN — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh siswa MAN Insan Cendekia Pasuruan di tingkat regional. Afthon Ilman Fahri, siswa kelas XI B, berhasil menyabet Juara 3 dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Jawa Timur Cabang Kaligrafi Kontemporer yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Malang (Unisma) pada Sabtu (1/8/2026).
Prestasi Bidang Seni lukis Afthon Ilman kaligrafi Unisma
PASURUAN — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh siswa MAN Insan
Cendekia Pasuruan di tingkat regional. Afthon Ilman Fahri, siswa kelas XI B,
berhasil menyabet Juara 3 dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat
Jawa Timur Cabang Kaligrafi Kontemporer yang diselenggarakan oleh Universitas
Islam Malang (Unisma) pada Sabtu (1/8/2026).
Ajang bergengsi
yang diikuti oleh perwakilan siswa terbaik dari berbagai kabupaten dan kota
se-Jawa Timur ini berlangsung cukup kompetitif. Di tengah persaingan ketat
tersebut, Afthon sukses memikat perhatian dewan juri melalui karya kaligrafi
kontemporer yang secara harmonis memadukan estetika seni rupa modern dengan
keagungan ayat-ayat suci Al-Qur'an.
Keberhasilan
ini tidak lepas dari proses latihan intensif di bawah bimbingan M. Wahyu Putra
Utama, M.Sn. Selama masa persiapan, pendampingan difokuskan pada pematangan
teknik visual, eksplorasi ide, serta pengolahan komposisi warna agar mampu
menghasilkan karya yang berkarakter dan berdaya pikat tinggi.
Merespons
capaian ini, Afthon mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas hasil yang
diraihnya. "Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas pencapaian ini.
Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Terima kasih banyak
kepada Bapak Pembimbing, orang tua, serta keluarga besar MAN IC Pasuruan atas
segala dukungan dan doanya. Semoga karya ini tidak hanya bernilai seni, tetapi
juga menjadi sarana syiar Al-Qur'an yang membawa keberkahan" tuturnya
dengan penuh keharuan.
Senada dengan hal tersebut, M. Wahyu Putra Utama selaku
pembimbing mengapresiasi ketekunan dan kedisiplinan yang ditunjukkan oleh anak
didiknya selama proses pembinaan. Menurutnya, Afthon memiliki ketekunan dan
daya imajinasi visual yang luar biasa. Selama masa bimbingan, ia sangat
disiplin dan terbuka terhadap eksplorasi ide-ide baru dalam ranah seni
kontemporer. "Hasil ini merupakan buah dari kerja keras dan
dedikasinya. Saya berharap pencapaian ini menjadi pijakan awal baginya untuk
terus melahirkan karya-karya monumental di masa depan," ungkap Wahyu.
Capaian manis
ini turut mendapat apresiasi tinggi dari Kepala MAN Insan Cendekia Pasuruan,
Ahmad Zamroni. Beliau menyampaikan rasa bangga atas dedikasi dan kerja keras
yang telah ditunjukkan oleh siswa beserta pembimbingnya hingga mampu membawa
harum nama madrasah di kancah Jawa Timur.
"Keluarga
besar MAN Insan Cendekia Pasuruan mengucapkan selamat dan sukses kepada ananda
Afthon Ilman Fahri. Prestasi ini membuktikan bahwa siswa madrasah tidak hanya
mampu bersaing dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kedalaman estetika
dan kreativitas tinggi dalam seni Islami. Terima kasih juga kepada Pak Wahyu
yang telah sabar mendampingi dan membimbing ananda hingga mencapai titik ini,"
ujar Ahmad Zamroni.
Keberhasilan Afthon Ilman Fahri menjadi bukti nyata bahwa perpaduan antara potensi diri, ketekunan, dan bimbingan yang tepat mampu membuahkan hasil yang luar biasa. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh civitas akademika MAN Insan Cendekia Pasuruan untuk terus mengasah minat dan bakat, berani berkarya, serta tak ragu menorehkan prestasi di berbagai bidang. Teruslah berkarya, melampaui batas, dan membumikan Al-Qur'an melalui keindahan seni!. (Humas).