Khidmat Peringatan Isra’ Mi’raj di MAN IC Pasuruan: Meneguhkan Tauhid dan Mengembalikan Marwah Akademik

Peringatan Isra’ Mi’raj MAN IC Pasuruan 2026: Plt. Kepala Madrasah tegaskan pentingnya tauhid, adab tawadhu, dan kekompakan GTK-murid untuk kembalikan marwah akademik, ditutup dengan tradisi makan tumpeng bersama.

PASURUAN – Masjid Al-Firdaus MAN Insan Cendekia Pasuruan menjadi saksi bisu kehangatan spiritual pada Kamis malam, 15 Januari 2026. Dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 H, seluruh civitas akademika berkumpul dalam balutan busana putih yang bersih dan bersahaja.


Acara yang diawali dengan shalat Maghrib berjamaah dan lantunan syahdu Maulid Diba’ oleh grup hadroh Ainul Yaqin ini, menjadi momentum penting bagi Madrasah untuk memperkuat landasan tauhid dan karakter seluruh siswanya. Kehadiran Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di tengah-tengah murid bukan sekadar formalitas, melainkan hadir sebagai Uswatun Khasanah atau teladan nyata bagi para murid dalam beribadah dan berperilaku.


Dalam sambutannya yang penuh motivasi, Plt. Kepala MAN IC Pasuruan, H. Nasrudin, M.Si, secara tegas menyatakan dukungan penuhnya terhadap rangkaian kegiatan keagamaan ini sebagai sarana peningkatan ketauhidan. Beliau menekankan bahwa kemajuan MAN IC Pasuruan ke depan sangat bergantung pada kekompakan seluruh keluarga besar Madrasah. "MAN IC akan semakin unggul dan hebat jika kita semua kompak, tanpa ada rasa iri satu sama lain di antara keluarga besar kita," tegas beliau. Lebih lanjut, beliau mengingatkan para siswa bahwa kepintaran intelektual tidak akan memiliki arti jika tidak dibarengi dengan sikap tawadhu kepada orang tua dan guru. Menurutnya, mengajar orang pintar untuk menjadi benar jauh lebih menantang daripada sekadar menjadikannya pintar, karena setinggi apa pun prestasi yang diraih, semuanya akan sia-sia tanpa penyertaan doa dan restu.

Selain menekankan aspek akhlak, Bapak Kepala juga membawa misi besar untuk mengembalikan marwah asli MAN Insan Cendekia Pasuruan sebagai madrasah unggulan akademik di bawah naungan Kementerian Agama. Beliau berkomitmen untuk memberikan dukungan total, baik pada kegiatan akademik maupun non-akademik, demi mencetak generasi yang seimbang secara intelektual dan spiritual.


Rangkaian acara yang khidmat ini ditutup dengan pelaksanaan shalat Isya berjamaah dan tradisi makan tumpeng bersama. Sesi ramah tamah ini menjadi simbol persatuan, guru dan murid duduk sejajar menikmati hidangan, memperkuat tekad bersama untuk membawa MAN IC Pasuruan menuju kejayaan yang berkah dan bermartabat.

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT