
MAN IC Pasuruan gelar apel dan halalbihalal 1447 H. Plt Kepala Nasrudin ajak warga madrasah bangkit jaga marwah madrasah menuju prestasi internasional.
PASURUAN – Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti halaman Gedung Laboratorium dan Multimedia MAN Insan Cendekia (IC) Pasuruan pada Selasa pagi (31/3/2026). Seluruh civitas akademika berkumpul untuk melaksanakan Apel Pagi yang dirangkaikan dengan acara Halalbihalal mulai pukul 08.00 WIB. Acara ini menjadi momentum penting bagi seluruh guru, tenaga kependidikan (GTK), dan murid untuk saling memaafkan sekaligus memperkuat komitmen menuju madrasah yang bermartabat dan berkelas dunia.
Plt.Kepala MAN IC Pasuruan, Nasrudin, yang bertindak sebagai pembina apel, mengawali arahannya dengan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh warga madrasah. Beliau menekankan bahwa Idulfitri adalah ajang untuk memperbaiki diri dari segala kekhilafan yang lalu. Dalam pesannya, beliau mengingatkan agar seluruh murid menjadikan momen ini sebagai titik akhir dari kesalahan-kesalahan lama dan berjanji untuk tidak mengulanginya di masa depan. Kesalahan yang pernah diperbuat hendaknya dijadikan guru terbaik untuk menempa diri menjadi sosok kesatria yang tangguh, unggul, dan berintegritas.
Lebih lanjut, Nasrudin menyatakan keyakinannya bahwa para murid mampu menjaga ketertiban di lingkungan MAN IC Pasuruan demi meraih keberhasilan yang dicita-citakan. Kepada murid kelas 10 dan 11, beliau memberikan motivasi khusus mengenai proses perjuangan. Menurutnya, perjalanan menuntut ilmu di madrasah unggulan memang menuntut ketangguhan karena semua orang sukses pasti melampaui masa-masa sulit. Kesulitan tersebut tidak seharusnya menjadi beban, melainkan harus dinikmati dan disyukuri sebagai bagian dari pendewasaan karakter.
Di era digital ini, Nasrudin juga menyoroti penggunaan perangkat teknologi seperti laptop dan ponsel pintar. Beliau mengimbau agar para murid menggunakan gawai tersebut sebagai "senjata" untuk belajar dan berinovasi hanya saat benar-benar dibutuhkan. Murid diharapkan mampu membedakan secara bijak antara kebutuhan akademik dan keinginan semata agar tidak terjebak pada hal-hal yang kurang produktif. Penggunaan teknologi yang bijak merupakan bagian dari menjaga amanah orang tua agar mereka tidak dikecewakan di kemudian hari.
Menjelang akhir arahannya, beliau mengajak seluruh elemen madrasah untuk bangkit bersama dan menjaga marwah MAN IC Pasuruan. Beliau berharap nama besar madrasah ini terus berkibar, baik di lingkungan Kementerian Agama maupun di tingkat nasional dan internasional. Kesuksesan besar selalu diawali dengan usaha yang keras, karena di balik setiap kesulitan pasti terdapat kemudahan bagi mereka yang bersungguh-sungguh. Seluruh civitas akademika diharapkan saling bahu-membahu untuk menjadikan MAN IC Pasuruan sebagai lembaga pendidikan yang bermartabat dan diakui di kancah dunia.
Acara kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah yang penuh kekeluargaan. Senyum bahagia tampak saat para murid bersalaman secara bergiliran dengan para guru dan staf. Tradisi ini menjadi penanda kembalinya semangat juang seluruh warga madrasah untuk memulai aktivitas pendidikan dengan hati yang bersih dan tekad yang baru.