
Tiga murid MAN Insan Cendekia Pasuruan sukses menembus 30 besar OMI Riset 2026 berkat gagasan inovasi penanganan krisis air di Kabupaten Pasuruan.
Inovasi cemerlang di bidang lingkungan kembali membawa harum nama MAN Insan Cendekia Pasuruan di kancah pendidikan nasional. Tim riset kebanggaan madrasah yang beranggotakan tiga murid berbakat, yakni Ni Made Erny Widiastiti, Daffa Hafizh Firdaus Arianto, dan Muhammad Rafif Rifadi, secara resmi dinyatakan lolos ke babak 30 besar ajang bergengsi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Riset 2026. Prestasi membanggakan ini menjadi bukti nyata bahwa ekosistem riset di madrasah mampu melahirkan pemikir muda yang peka dan siap memberikan solusi konkret terhadap berbagai tantangan nyata di masyarakat.
Keberhasilan menembus ketatnya seleksi nasional OMI Riset 2026 ini diraih berkat gagasan karya tulis ilmiah inovatif yang bertajuk "Inovasi All-Season Harvester". Penelitian ini berfokus pada solusi proaktif dalam menangani krisis air ekstrem dengan memanfaatkan potensi iklim lokal serta penerapan sistem daur ulang mandiri. Tidak sekadar teori, gagasan teknologi terapan dari para murid ini dirancang secara spesifik untuk menyelesaikan permasalahan ketersediaan air yang melanda Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. Ide solutif dan aplikatif inilah yang sukses menarik perhatian dewan juri dan mengantarkan mereka melaju ke tahap krusial berikutnya.
Menjelang tahapan kompetisi lanjutan yang semakin menantang, dukungan moril terus mengalir kuat dari seluruh elemen madrasah. Kepala MAN Insan Cendekia Pasuruan, Dr. Ahmad Zamroni, SS, M.Pd., secara khusus memberikan apresiasi dan suntikan motivasi agar tim riset tetap menjaga semangat juang demi meraih hasil yang paling maksimal di tingkat selanjutnya. Mari kita berikan doa dan dukungan terbaik agar inovasi brilian dari kontingen murid MAN IC Pasuruan ini kembali berjaya dan sukses melaju hingga meraih posisi puncak di ajang OMI Riset 2026.