GEBRAK PRESTASI DAN TARGET KAMPUS ELIT! Kabid Pendma Jatim Bakar Semangat Guru MAN IC Pasuruan

Dr. H. Sugiyo, M.Pd. bakar semangat GTK MAN IC Pasuruan! Bahas strategi tembus kampus elit, capaian OSN internasional, dan wacana sekolah gratis.

PASURUAN – Suasana Aula Lantai 1 Gedung Administrasi MAN Insan Cendekia (IC) Pasuruan mendadak hangat dan penuh antusiasme pada Jumat, 6 November 2026. Kehadiran Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Pendma) Kanwil Kemenag Jawa Timur, Dr. H. Sugiyo, M.Pd., dalam agenda Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan sukses mengguncang semangat seluruh civitas akademika dengan sederet arahan strategis dan isu pendidikan terkini yang super menarik!

 

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala Madrasah, yang juga memaparkan perkembangan terkini fasilitas di MAN IC Pasuruan, termasuk pemantauan berkala terhadap kondisi fisik bangunan SBSN untuk memastikan apakah ada fasilitas yang retak atau rusak.

Mengenang sejarah perjuangan dari awal berdirinya MAN IC yang sempat berproses di Kanwil hingga pindah ke lokasi saat ini, terungkap bahwa pembangunan madrasah unggulan memang penuh tantangan dan membutuhkan pembiayaan yang sangat besar. Namun, pesan tegas mengemuka dalam forum tersebut: jangan saling menyalahkan, melainkan fokus mencari solusi bersama agar semua pihak merasa puas, sembari tetap berterima kasih atas jasa para pendahulu serta peran aktif komite yang selama ini mendukung penuh pendanaan kegiatan murid di samping anggaran DIPA sekolah.

Sorotan utama semakin memanas ketika membahas ekspektasi tinggi para orang tua yang menaruh harapan besar agar putra-putrinya bisa menembus perguruan tinggi elit dan favorit. Di satu sisi, MAN IC diuntungkan dengan input murid yang berkualitas baik, namun di sisi lain beban dan tanggung jawabnya pun terasa sangat besar.

Dalam sesi pemaparan prestasi, Pak Solehudin mengungkapkan langkah masif yang telah dilakukan madrasah, mulai dari pendataan prestasi secara terstruktur di Puspresnas, kerja sama dengan perguruan tinggi, hingga penyediaan materi pembelajaran yang lebih menantang demi persiapan studi lanjut. Meski secara terbuka mengakui masih ada ketertinggalan GTK MAN IC Pasuruan terus melakukan perbaikan, MAN IC membuktikan tekadnya dengan sukses menembus ajang bergengsi seperti OSN tingkat nasional hingga kancah internasional!

Menariknya, terungkap pula dilema nyata yang kerap dihadapi para guru di lapangan. Terkadang, potensi akademik murid tidak sejalan dengan jurusan kuliah yang mereka inginkan, bahkan ada murid yang bersikeras memilih jurusan di luar rekomendasi dan kemampuannya. Di sinilah peran krusial guru Bimbingan Konseling (BK) ditekankan untuk terus memantau pilihan studi lanjut murid—termasuk peluang ke luar negeri—meskipun keputusan akhir tetap berada di tangan murid dan orang tua.


 


Puncak perhatian peserta pembinaan kian tersedot saat Dr. H. Sugiyo, M.Pd. membedah wacana hangat bahwa ke depannya sekolah negeri akan digratiskan. Menjawab tantangan zaman tersebut, beliau menegaskan bahwa MAN IC harus tampil unggul di dua kategori kompetisi sekaligus, baik lomba berkualitas yang terkurasi maupun non-terkurasi. Rasa syukur pun dipanjatkan karena MAN IC kini sudah mampu menembus kompetisi sekelas OMI dan OSN hingga level internasional.

Menutup pembinaan yang penuh inspirasi tersebut, Dr. H. Sugiyo mengingatkan satu kunci utama keberhasilan pendidikan: proses belajar harus mampu menciptakan rasa senang bagi murid, karena jika murid sudah tidak senang, urusannya akan menjadi repot. Beliau menegaskan kembali bahwa seluruh profesi pendidik dan tenaga kependidikan ini sangatlah mulia, demi mengawal satu tujuan utama MAN IC—mengantarkan para muridnya menembus gerbang perguruan tinggi favorit impian!

 

 

Berikan Komentar
Panduan komentar
Panduan Komentar

Silakan tulis komentar menggunakan bahasa yang santun. Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin.

LINK TERKAIT